Masjid Pogung Dalangan
Indonesia Yogyakarta

Tertambatnya Hati pada Dua Masjid Pogung

Saya bukan orang asli Jogja, perantau saja lah saya disini, tapi entah rasanya hati saya seperti tertambat di kota ini. Saya suka Jogja : lingkungannya yang nyaman, less traffic, masyarakatnya yang friendly, membuat saya kerasan untuk tinggal disini…..sebenarnya.

Nah, ada alasan tersendiri mengapa kali ini saya membuat judul seperti di atas, dan dua masjid pogung yang saya maksudkan disini adalah Masjid Pogung Dalangan (MPD) dan Masjid Pogung Raya (MPR). Teringat saya, beberapa tahun silam, pernah saya kunjungi salah satu dari Masjid ini, namun kala itu tidak ada getaran-getaran yang bisa dengan hati saya tangkap dari tempat ini. Sampai pada akhirnya, setelah saya Mengikuti Pembelajaran Bahasa Arab di Mahad Umar Bin Khattab, Yogyakarta, saya rasakan, ada sesuatu lain yang saya rasakan berbeda, sesuatu yang pada akhirnya membuat saya jatuh hati pada dua tempat ini.

Masjid Pogung Dalangan
Masjid Pogung Dalangan

Bukan, bukan dari bentuk fisik masjidnya yang membuat saya terpikat, karena toh ianya sama saja seperti masjid lain yang biasa kita lihat.

Teringat saya akan salah satu sabda dari beliau, Nabi Muhammad 

….وَرَجُلٌ كَانَ قَلْبُهُ مُعَلَّقًا بِالْـمَسْجِدِ…..

…..dan seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid….

Ini lah rupanya jawabannya. Jawaban yang membuat tangan ini bergetar ketika mencoba menorehkan tulisan. Jawaban, mengapa saya jatuh hati pada masjid ini : Masjid sesak dipenuhi para pemuda yang memakmurkannya, masjid hidup karena hati para pemuda yang terpaut padanya. Begitu indah, begitu sejuk dipandang.

Bukan hanya jama’ah nya yang meluber memenuhi shof-shof yang ada di dalam masjid (yang jika saya hitung, tak kurang dari seratus orang yang datang pada waktu Maghrib dan Isya di kala itu). Majelis-majelis ilmu pun kerap di adakan di dua tempat ini. Lingkungan yang baik, orang-orang yang baik : sarana yang sejatinya sangat saya perlukan saat ini.

Majelis Ilmu di Masjid Pogung Raya
Majelis Ilmu di Masjid Pogung Raya

Selain itu, hal lain yang membuat saya merasa senang untuk datang ke tempat ini adalah karena alunan bacaan Qur’an imam di dua masjid ini, berhasil membuat saya terhanyut ketika mereka mengimami shalat wajib yang bacaannya jahar. Tak heran, masyarakat sekitar pun sepertinya satu hati dan sependapat dengan saya sehingga merekapun datang berbondong-bondong memenuhi rumah Allah ini.

Hal menarik lain yang dapat saya lihat dari dua masjid ini adalah disediakannya fasilitas berupa wadah-wadah berisikan kopi dan teh yang insyaallah ada dan dapat dinikmati sepuasnya dengan gratis! Sungguh benar-benar memanjakan setiap jama’ah yang datang kesini!

Kopi dan Teh di Masjid Pogung Dalangan
Kopi dan Teh Gratis untuk Jama’ah

Ada kesan tersendiri yang saya rasakan ketika bergabung bersama, melaksanakan sholat berjama’ah di tempat ini. Pun demikian ketika duduk mengikuti majelis ilmu di tempat ini. Dan rupanya, tak hanya saya saja yang terpesona. Salah seorang ikhwan yang jauh-jauh datang dari Surabaya pun menuliskan testimoninya disini.


Nah, jika ada kesempatan datang ke Jogja, cobalah kawan datang ke dua Masjid ini. Untuk memudahkan, berikut saya bagikan alamat dan akun sosial media yang dapat kawan like facebook fanspage-nya

Masjid Pogung Dalangan

Masjid yang berada tidak jauh dari Universitas Gajah Mada ini beralamatkan di:

Jalan Masjid Pogung Dalangan. Pogung Dalangan SIA XVI RT 11 RW 50, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman.

#Facebook : Masjid Pogung Dalangan – MPD

#Webpage : www.masjidmpd.com

Masjid Pogung Raya

Letak dari Masjid Pogung Raya ini tak terlalu jauh dari Masjid Pogung Dalangan, yaitu berada di

Kampung Pogung Dalangan SIA XVI, RT. 08 RW. 50, Sindudadi, Mlati, Kabupaten Sleman

#Facebook : Masjid Pogung Raya


Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini