Masjid Nabawi, Madinah
Arab Saudi Madinah

Seperti Apakah Suasana di Madinah?

Melanjutkan tulisan saya tentang seperti apa suasana di Makkah, kali ini saya akan menuliskan seperti apa suasana di Madinah.

Iklim Kota Madinah

Tidak jauh berbeda dengan di Makkah, panas dan lembab. Lanjut!

Iklim Kota Madinah
Kredit : Wikipedia

#P.S. Sama seperti di Makkah, krim pelembab masih dibutuhkan disini.

Suasana di Pusat Kota Madinah

Dalam Bahasa Arab, Madinah berarti “kota”. Kota ini juga disebut sebagai “Madina tun Nabi” – Kota Nabi, ataupun “Al-Madinah Al-Munawwarah” – Kota yang Bercahaya. Di jantung kota, terdapat Masjid Nabawi yang dikelilingi oleh hotel-hotel, beberapa mall, toko-toko, dan tempat-tempat belanja. Menariknya, keseluruhan kota Madinah pada jaman Nabi Muhammad SAW adalah area yang kita kenal sekarang sebagai Masjid Nabawi.

Masjid Nabawi, Madinah

Di sekitaran hotel tempat saya tinggal, pemandangan yang saya lihat setiap hari adalah, ada banyak toko yang menjual barang-barang, seperti pakaian khas arab, kopiah, parfum, sandal, sajadah, dll. Mereka menjajakan dagangannya hingga sampai ke trotoar, dan para jama’ah pun terlihat sedang melihat-lihat dagangan yang mereka jual, dan aktivitas jual beli pun terjadi. Selain itu, dapat dengan mudah juga saya dapati pedagang-pedagang (yang sepertinya ilegal, karena begitu ada polisi datang, mereka akan buru-buru pergi), menggelar kain atau dengan menggunakan gerobak, menjajakan barang dagangannya seperti thobe yang dijual sekitar 10-15 riyal, jam tangan, bahkan coklat. Murahnya barang yang mereka tawarkan, berhasil menarik banyak orang mengerumuni barang dagangannya, sebagai oleh-oleh bagi sanak saudara mereka yang menunggu di rumah.

Di bagian belakang Masjid Nabawi, dapat dengan mudah saya temui pasar dengan tenda-tenda putihnya. Kebanyakan barang yang dijual disinipun kurang lebih sama : thobe, kopiah, sajadah, cokelat, dll. Saya pun tergoda untuk membeli oleh-oleh berupa cokelat di tempat ini, dengan harga yang cukup miring.

Pasar di Belakang Masjid Nabawi
Pasar di Belakang Masjid Nabawi | Kredit : muslisms.com

Jika saya merasa tidak pernah merasakan atmosfer untuk relaks menikmati masa ketika berada di Makkah, hal yang berbeda saya rasakan di Madinah. Di tempat ini, tidak ada rasa terburu-buru yang muncul dalam hati, dan saya merasa sangat tenang, dan saya sangat menyukai tempat ini karena ada rasa damai yang membanjiri hati.

Area di Sekitar Masjid Nabawi

Peta Masjid Nabawi

Masjid Nabawi dikelilingi oleh beberapa bangunan. Di sebelah utara, dipadati dengan bangunan-bangunan mall dan hotel dan toko suvenir di bagian pintu nomor 20 – 22, bagian selatan terdapat pusat kesehatan, toko-toko, dan Museum Qur’an, di bagian barat terdapat sekumpulan museum seperti museum Asmaul Husna, dan di sebelah timur adalah Pemakaman Jannatul Baqi’, tempat dimana para sahabat dimakamkan.

Toko di Belakang Masjid Nabawi
Toko di Belakang Masjid Nabawi | Kredit : Iqdam Aun Rafiq

Makanan dan Minuman

Di madinah ini, terdapat restoran yang terkenal di seantero Arab Saudi : Al-Baik, yang sudah saya ulas di Al Baik : Tidak Seorangpun Bisa Berkata Tidak.

Ketika di Madinah, saya tidak terlalu mempermasalahkan perihal makanan, dimana ketika itu, makanan untuk dimakan ketika siang hari dan malam hari sudah terjamin. Sehingga yang jadi pertanyaan adalah, dimana saya bisa membeli sarapan.

Bagi orang Indonesia yang selalu merasa bahwa makanan Indonesia adalah makanan yang terbaik (well saya juga suka makanan India sebenarnya), keinginan untuk merasakan masakan Indonesia semakin menguat ketika berada di Madinah, setelah 32 hari sebelumnya saya berada di Makkah.

KABAR GEMBIRA!

Di sekitaran Masjid Nabawi, alhamdulillah, terdapat sekumpulan orang-orang Indonesia yang menjual makanan Indonesia, berikut Bakso yang dinamakan Bakso Si Doel, Madinah. Dimanakah ia berada? Jawabannya adalah di pintu keluar nomor 25, di bangunan hotel yang terletak di sebelah kiri dari arah kita keluar dari masjid, atau berada di salah satu gedung yang ada di sekitar taman-taman ini.


Apa saja yang disediakan disana? Banyaak macamnya, ada mie goreng, nasi goreng, ayam, sayur-sayuran, dan masakan Indonesia lainnya, sampai bahkan sampai makananan favorit saya yaitu gorengan pun tersedia hehe.

Kredit : Haji 40 Hari

Untuk kamu orang Indonesia, wajib pokoknya untuk coba mencari dan memakan masakan di tempat ini!


Itulah sepenggal kisah saya mengenai Madinah, insyaallah di lain kesempatan akan saya bahas panjang lebar lagi mengenai tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan pengalaman saya lainnya selama di Madinah. Semoga bermanfa’at!


Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini