Memberi Makan Domba
Korea Seoul

Putihnya Salju di Daegwallyeong Sheep Farm

Masa itu, musim dingin telah tiba. Suhu hampir menyentuh minus sekian derajat. Kala itu, saya sedang iseng membuka-buka akun instagram saya, sambil mencari-cari, kira-kira dimana ya saya bisa menikmati salju yang turun di negeri gingseng ini. Saya gunakan hasthag #눈 (Nun = Salju), dan akhirnya saya temukan sebuah tempat yang memikat hati : Daegwallyeong Sheep Farm atau dalam aksara Korea disebut sebagai 대관령 양떼목장 (Daegwallyeong Yangte Mokjang). Daegwallyeong Sheep Farm (대관령 양떼목장) ini terletak di daerah Pyeongchang, dimana daerah ini adalah daerah yang terkenal dengan saljunya yang tebal yang turun ketika musim dingin tiba. Tak heran, tempat ini akan dijadikan sebagai tempat diselenggarakannya Winter Olympics di tahun 2018 nanti.

Sedikit tentang Daegwallyeong Sheep Farm

Peternakan domba ini ternyata sudah ada sejak tahun 1988! Waw!. Mencakup area seluas 195 km2, tempat ini ternyata dimiliki secara privat. Ada banyak sebenarnya peternakan-peternakan lain di Pyeongchang, namun hanya tempat inilah yang digunakan untuk mengembangbiakkan domba.

Peternakan ini memiliki sekitar 200-an domba. Domba-domba tersebut akan dibiarkan merumput di padang pada masa-masa tertentu, biasanya pada sekitar awal bulan Mei sampai akhir Oktober. Pada periode ini, domba-domba dibiarkan merumput selama 24 jam. Pada bulan April, sebelum masa merumput dimulai, domba-domba tersebut dipotong habis bulunya. Nah, bagaimana jika kawan datang di musim dingin? Sayang sekali, domba-domba tersebut tidak akan dapat kawan temui sedang merumput di padang hijau. Hanya saja, kawan bisa menemui domba ini di kandang, dan kawan pun boleh memberikan makan disana :).

Begitu sampai disana, kawan bisa menyusuri jalan setapak selebar 1,2 m yang melingkupi area padang rumput. Perlu sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk berjalan mengelilingi keseluruhan area ini. Nah, di dekat pintu masuk, kawan akan melihat sebuah gubug kayu yang juga menjadi backdrop sebuah Film “The Man from Mars”. Gubug kayu ini cukup menarik hati!

Daegwallyeong Sheep Farm | Gubug Kayu

#Waktu Buka :

  • Januari – Februari : 09.00 – 17.00
  • Maret dan Oktober : 09.00 – 17.30
  • April dan September : 09.00 – 18.00
  • Mei – Agustus : 09.00 – 18.30
  • November – Desember : 09.00 – 17.00

#Waktu ideal untuk berkunjung : Meski peternakan ini buka sepanjang tahun. Namun, jika kawan ingin menikmati padang rumput berwarna hijau dengan domba-domba putih yang sedang merumput, ada baiknya kawan datang di bulan-bulan Juni sampai Agustus.

#Harga tiket masuk : 4000 KRW untuk dewasa ; 3000 KRW untuk anak-anak dan remaja.

Alamat Daegwallyeong Sheep Farm

Alamat dari tempat ini adalah di :

483-32, Daegwallyeongmaru-gil, Daegwannyeong-myeon, Pyeongchang-gun, Gangwon-do
강원도 평창군 대관령면 대관령마루길 483-32
Instagram : @kovazang

Cara Menuju ke Daegwallyeong Sheep Farm

Seperti cara menuju ke Seoraksan (baca juga : Menikmati Pemandangan Menakjubkan di Gunung Seorak). Untuk mencapai tempat ini, kawan harus datang ke terminal Dong Seoul : Stasiun subway Gangbyeong, Jalur 2, Jalur warna hijau, pintu keluar nomor 4.

Kemudian, tanyakan ke konter tiket bus menuju ke Hoenggye (횡계). 

#Harga Tiket : 14.500 KRW atau 13.600 KRW, tergantung bus.

Nah, setelah itu, bus akan membawa anda menuju ke Terminal Bus Hoenggye selama kurang lebih 2,5 jam perjalanan!

Terminal Bus Hoenggye
Kredit : Travellerelf

Terminal Hoenggye ini adalah terminal yang kecil saja, bukan terminal besar seperti Dong Seoul, dengan hanya ada beberapa platform saja.

Jadwal Bus di Terminal Hoenggye
Kredit : Travellerelf

Nah setelah sampai ke Terminal Bus Hoenggye, tidak ada cara lain menuju ke tempat ini selain dengan menggunakan taksi dengan ongkos sebesar sekitar 8000 KRW. (Saya tidak tahu bisa atau tidak berjalan kaki ke lokasi).

Ketika sampai di tempat tujuan, si pengemudi taksi biasanya akan memberikan kartu nama untuk dihubungi kembali pada waktu perjalanan pulang dari peternakan domba menuju ke terminal bus. Nah, simpan saja kartu nama itu.

Kemudian, berjalanlah mengikuti petunjuk arah yang ada, dan bayarlah tiket masuk sebesar 4000 KRW di konter tiket masuk (surprisingly, penjaga tiket masuk ini fasih berbahasa inggris :D)

Daegwallyeong Sheep Farm Konter Tiket
Kredit : Travellerelf

Cerita Saya

Pada waktu itu, saya berangkat dari tempat penginapan sebelum tiba waktunya subuh menuju terminal bus Dong Seoul (sholat subuh di tangga darurat terminal). Setelah menempuh perjalanan selama 2,5 jam, saya pun sampai di Terminal Bus Hoenggye. Kemudian memberhentikan taksi yang lewat, menyodorkan hasil screenshot bertuliskan “ 대관령 양떼목장” (Orang sana jarang yang bisa berbahasa inggris), akhirnya saya bisa sampai di tempat tujuan.

Takjub! itulah yang pertama kali saya rasakan begitu sampai disana. Sejauh mata memandang, terlihat salju berwarna putih menghampar luas, menutupi padang rumput. Terlihat jauh di sebelah sana kincir angin raksasa berwarna putih berdiri dengan gagahnya. Angin dingin pun mulai terasa menembus kulit. Click click click, beberapa gambar tak lupa saya abadikan.

Sekalipun saya datang bukan pada waktu yang ideal untuk didatangi, ternyata cukup ramai juga orang-orang lokal yang datang ke tempat ini. Dan kala itu, mungkin hanya saya saja orang asing yang berkelana seorang diri di tempat ini.

Daegwallyeong Sheep Farm | Snow
Snow! Snow! Snow!

Saya pergi ke konter tiket untuk membeli tiket masuk. Uang sebesar 4000 KRW pun saya sodorkan, sang penjaga dengan ramahnya, dan dengan bahasa inggrisnya yang lancar memberikan tiket dan brosur kepada saya. Okelah, saatnya berkeliling dan berburu gambar!

Daegwallyeong Sheep Farm

Memanglah, sebenarnya tak butuh waktu lama untuk mengelilingi komplek peternakan ini. Tapi, pada saat itu, putihnya padang rumput membuat saya menjadi betah berlama-lama disini. Apalagi, sempat turun salju putih tipis-tipis dari langit. Semakin menambah senangnya hati ini.

Mungkin ada yang bertanya, dimanakan domba-domba itu berada pada musim dingin ini? Jawabannya ada di bangunan beratap biru ini!

Tempat Domba-Domba

Sudah ramai ternyata, orang tua yang mengajak anak-anak kecil mereka untuk datang ke tempat ini. Sangat gembira saya melihat mereka memberi makan domba-domba berbulu lebat ini. Ah, lucunya…

Memberi Makan Domba

Nah, waktu bergulir, saya meneruskan berjalan-jalan hingga akhir jalan setapak. Saya segera masuk ke sebuah ruangan, dimana di ruangan ini, selain mempunyai penghangat, juga menyediakan minuman hangat gratis untuk pengunjung yang mulai kedinginan. Sedap sekali rasa teh panas yang disajikan di musim dingin itu.

Begitu selesai minum dan menunaikan sholat dzuhur, saya pun bergegas menuju tempat saya diturunkan dari taksi. Pada saat itu, saya meminta bantuan salah seorang penjaga warung untuk menelepon sopir taksi yang tadi mengantarkan saya. Sambil menunggu dan mengobrol dengan bahasa Korea saya yang sangat parah, akhirnya sopir taksi pun datang, dan saya pulang kembali ke Seoul! Sampai jumpa! Semoga kelak saya bisa kembali mengunjungi tempat ini!

#Tips : Jangan lupa membawa bekal dari tempat penginapan masing-masing ya..

Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini