Zaanse Schans Windmill
Amsterdam Eropa

Menyaksikan Kincir Angin Raksasa di Zaanse Schans

Apa yang ada di benak kawan ketika menyebut negara “Belanda”? Hal yang pertama terlintas di kepala saya adalah “Kincir Angin”. Ah, teringat cerita-cerita pada waktu jaman sekolah dasar dahulu, ketika guru kelas saya menjelaskan dan menceritakan negeri yang terletak di Benua Eropa ini (baca juga : Keliling Eropa dengan Kereta Api? Siapa Takut!). Tak terbayang seperti apa rasanya menyaksikan kincir-kincir angin secara langsung di negara yang memang sedari dulu terkenal dengan kincir anginnya itu. Nah, jika sudah sampai di Belanda, dimanakah tempat yang paling cocok untuk melihat kincir-kincir angin itu? Jawabannya adalah di Zaanse Schans!

Seperti apa Zaanse Schans itu?

Berjalan di sekitar Zaanse Schans, yang hanya akan kawan lihat adalah pemandangan sekitar yang mampu melahirkan decak kagum. Bagaimana tidak, aroma nostalgia akan langsung tercium, begitu kaki menginjakkan ke tempat bersejarah ini; ketika menyusuri jembatan-jembatan kayu; melihat jendela dan rumah-rumah kuno khas Belanda; ataupun ketika menyaksikan kincir-kincir angin raksasa yang terletak di tepi-tepi kanal. Semuanya yang ada disini akan membuat perjalanan ke tempat ini menjadi terasa begitu berkesan di hati.

Zaanse Schans

Setiap kincir angin, setiap tempat pembuatan kerajinan dan setiap toko, mempunyai ceritanya sendiri. Disini, memori berabad terjejak di setiap biliknya. Ratusan tahun yang lalu, orang-orang tidur, memasak, tertawa, menangis, lahir dan mati di dalam dinding-dinding tempat ini. Dan sekarang, tempat ini masih hidup, menyajikan keindahan yang dibalut dengan memori sejarah era perindustrian Belanda pada masa lampau yang begitu mengesankan.

Alamat Zaanse Schans

Untuk bernostalgia kembali ke abad 18 dan 19, serta menikmati indah dan megahnya kincir-kincir angin di Zaanse Schans, dan sejuknya sepoi angin di sepanjang tepi kanal, datanglah ke alamat berikut :

Zaanse Schans, Schansend 7, 1509 AW ZAANDAM

Cara Menuju ke Zaanse Schans

Dengan Bus

Gunakanlah Rnet-bus 391 yang berangkat setiap 15 menit sekali dari Amsterdam Central Station, bus platform E, menuju ke Zaanse Schans. Perjalanan dari stasiun menuju lokasi ditempuh kira-kira selama 40 menit. Untuk informasi lebih lanjut, sila klik www.bus391.nl.

Dengan Kereta

Stasiun terdekat dari tempat ini adalah stasiun Koog-Zaandijk yang ditempuh selama 17 menit dari Amsterdam Central Station (Biaya tiket sekitar 6,20). Begitu sampai di stasiun Koog-Zaandijk tersebut, berjalanlah selama sejauh sekitar 18 menit menuju tempat tujuan. (Terdapat petunjuk arah di sepanjang jalan).

Waktu Buka dan Biaya Masuk

Jika hanya ingin berkeliling-keliling saja di tempat ini, sambil menikmati semilir angin yang berhembus, dan menyaksikan pemandangan kincir angin cantik nan megah, boleh datang kesini kapanpun tanpa perlu merogoh kocek untuk sekedar masuk ke area ini. Namun, jika ingin mengunjungi museum-museum seperti Albert Heijn, museum bakery, dan lainnya, pastikan datang di waktu yang tepat, dan persiapkan budget ekstra. Perlu diperhatikan bahwa tidak semua atraksi dibuka setiap harinya. Namun kebanyakan, atraksi-atraksi yang ada disini akan mulai buka pada pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jam buka dari atraksi-atraksi yang ada disini klik link “plan-your-visit” berikut.

#P.S. Jika kawan mempunyai I amsterdam card, maka admission untuk Zaanse Schans sudah termasuk didalam kartu itu.

Zaanse Schans Housing

Cerita Saya

Saya adalah seseorang yang lebih menyukai tempat sepi ketimbang ramainya kota. Pilihan untuk pergi ke country side dari kota Amsterdam adalah pilihan yang tepat. Selain tidak terlalu ramai pengunjung dan suasananya yang tenang, tempat ini adalah salah satu dari the most picturesque and charming area di Belanda.

Diliputi rumah-rumah yang dibuat dari kayu berlapis cat hijau dipinggir-pinggir kanal, nampak di kejauhan kincir-kincir angin raksasa yang menjulang. Pemandangan inilah yang sebenarnya membuat saya betah berlama-lama disini. Berpuluh foto pun tak terasa telah saya abadikan.

Zaanse Schans Windmill

Nah, jika kawan mengunjungi tempat ini, mungkin bisa juga disisipkan agenda untuk mengunjungi museum yang ada, dan juga kincir anginnya itu sendiri. Pada waktu itu, saya hanya berjalan-jalan di sekeliling area ini saja, tanpa sempat untuk masuk ke museum ataupun tempat-tempat atraksi lainnya yang ada disini. Walaupun demikian, saya sudah merasa terpuaskan, karena imaji saya mengenai Belanda (yaitu negeri dengan banyak kincir anginnya) sudah saya saksikan sendiri di tempat ini.

Zaanse Schans Canal

#Tips : Jika kawan pergi ke tempat ini, saya sarankan kawan install terlebih dahulu aplikasi Zaanse Schans App yang bisa kawan download sendiri di Google Play Store. Dengan menginstall aplikasi ini, kawan bisa menjadikan smartphone yang kawan punya sebagai pemandu wisata digital dalam mengeksplor tempat ini dan mengungkap cerita dibalik bangunan-bangunan yang ada di tempat ini

Nah, intinya, jika kawan berkesempatan untuk pergi ke Belanda, khususnya Amsterdam, jangan lupa untuk menyisipkan tempat ini ke dalam itinerary yang kawan buat ya! Tempat ini instagramable banget lho!

Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini