Halaqah Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi
Arab Saudi Madinah

Mengikuti Halaqah-Halaqah di Masjid Nabawi

Jika kawan melaksanakan ibadah Umrah atau Haji, dan berkunjung ke Masjid Nabawi di Kota Madinah, pernahkah kawan bertanya? Apa ya yang bisa dilakukan di tempat ini untuk menambah khazanah keilmuan agama, sehingga waktu-waktu luang yang ada tidak habis begitu saja untuk sekedar makan, tidur atau berbelanja. Nah, jika kawan mempunyai pertanyaan seperti itu, maka saya punya dua rekomendasi. Yang pertama, jika kawan ingin memperbaiki bacaan Qur’an, bergabunglah dengan halaqah-halaqah Qur’an yang tersebar di seluruh penjuru Masjid. Yang kedua, jika kawan rindu suasana mengikuti kajian di Indonesia, disini pun insyaallah dapat kawan temui halaqah BERBAHASA INDONESIA.

Halaqah Qur’an di Masjid Nabawi

Untuk yang pertama, yaitu halaqah Qur’an, insyaallah akan dapat kawan jumpai dengan mudah di seluruh penjuru masjid. Ciri-ciri yang paling kentara dari halaqah ini adalah : orang-orang akan duduk melingkar dengan menghadap Qur’an didepannya, dan di antara orang-orang yang berkumpul tersebut, akan terdapat satu orang yang menggunakan thobe berwarna putih sebagai mudarris-nya (yang sepertinya mahasiswa yang sedang belajar di Kota Nabi)

Halaqah Qur'an di Masjid Nabawi
Halaqah Qur’an di Masjid Nabawi

Jika kawan iseng berjalan mondar-mandir di dalam Masjid Nabawi, sambil melihat ke arah halaqah Qur’an tersebut, mungkin mudarris yang memimpin halaqah Qur’an ini akan melambaikan tangan, mengajak kawan untuk duduk dan ikut serta membaca Al-Qur’an di tempat ini.

Di halaqah ini, kita punya kesempatan untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an kita. Mungkin banyak tidak kita sadari, bahwa untuk membaca Qur’an diperlukan pemahaman akan ilmu Tajwid, dimana ada kaidah-kaidah yang harus diperhatikan ketika membaca Kalam Allah tersebut. Nah, di halaqah ini, jika ada bacaan kita yang salah, atau dalam artian tidak sesuai dengan kaidah-kaidah tersebut, sang mudarris akan dengan senang hati membantu memperbaiki bacaan kita, dengan melafalkan cara membaca dengan bacaan yang benar.

Kala itu, saya sering bergabung dengan halaqah ini sesaat sebelum masuknya waktu sholat, pun demikian antara Ashar sampai Magrib, lebih bermanfaat daripada bengong di hotel, kalau saya bilang atau sambil menunggu waktu berbuka, bagi yang berpuasa. Di halaqah ini, akan dapat kawan temui jama’ah yang berasal dari negara-negara yang berbeda, dengan bahasa yang berbeda, jenis pakaian yang berbeda, dan penutup kepala yang berbeda-beda pula. Hal yang belum tentu akan kawan temui di tempat lain di muka bumi ini!

Berbuka Puasa di Masjid Nabawi
Menunggu Waktu Berbuka Puasa di Masjid Nabawi

Halaqah Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi

Yang kedua ini menurut saya cukup menarik, dimana rakyat Indonesia rasanya boleh berbesar hati, karena di Masjid ini, insyaallah dapat kita temui halaqah berbahasa Indonesia di salah satu bagian dari Masjid yang luas nan megah ini.

Ustadz-ustadz yang mengisi kajian di Masjid Nabawi ini pun bukan sembarangan. Ketika saya berada di tempat ini tahun 2016 silam, ada dua Ustadz asal Indonesia yang mengisi kajian disini : Ustadz Firanda Andirja, dan Ustadz Abdullah Roy. Kajian pada waktu itu dapat saya ikuti di dua waktu, yaitu selepas Subuh, dan selepas Maghrib. Jangan ditanya, jama’ah yang datang mendengarkan pun terlihat membeludak, khususnya ba’da Maghrib, dan nampak pula jama’ah dari Malaysia ikut serta duduk mendengarkan kajian di tempat ini.

Nah, dimanakah, di bagian dalam masjid, kajian ini dilaksanakan? Jawabannya ada di sekitar kurang-lebih 20 meter dari pintu masuk Masjid Nabawi nomor 19 (Pintu Badr).

Halaqah Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi
Kredit : Iqdam Aun Rafiq

Untuk saat ini, saya tidak terlalu tahu dengan pasti siapa saja Ustadz dari Indonesia yang sekarang mengisi kajian di Masjid Nabawi setelah beliau Ustadz Firanda Andirja menyelesaikan program Doktor di Universitas Islam Madinah. Namun, jika kawan ingin mendengarkan kajian yang disampaikan oleh beliau, Ustadz Abdullah Roy secara live, dapat kawan follow akun media sosial beliau di:

Facebook : Hsi Abdullah Roy


Nah, itulah singkat cerita penjelasan dari saya. Jika kawan diberi kesempatan oleh Allah untuk pergi ke Masjid Nabawi, jangan segan untuk bergabung di kedua halaqah ilmu tersebut. Semoga bermanfa’at!


Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini