Islamic Center Tirol
Eropa Innsbruck

Menemukan Islamic Center di Kota Innsbruck

Tyrol, adalah sebuah negara bagian yang terletak di sebelah barat Austria. Sedangkan ibu kota dari negara bagian ini adalah Innsbruck, tempat dimana menara-menara batu bergerigi yang tedapat di sekitar Nordkette begitu dekat, bahkan hanya perlu beberapa menit saja untuk melakukan perjalanan dari jantung kota menuju ke tempat yang terletak lebih dari 2000 m di atas permukaan laut ini. Pemandangan di kota Innsbruck sangatlah mengagumkan, apalagi dengan backdrop pegunungan Alpen yang cantik memutih! Saya pun serasa ingin berlama-lama disini.

Inssbruck dengan Pengunungan Alpen di Belakangnya

Namun, pada post kali ini saya tidak ingin membahas keindahan kota Innsbruck, yang saya ingin bagi adalah, bagaimana seorang pelancong Muslim mencari dan menemukan jejak keberadaan Islam di kota ini. Dan tentu, salah satu dari jejak yang menjadi penanda bahwa agama Allah ini tersebar sampai di belahan kota ini adalah adanya Masjid atau Islamic Center.

Islamic Center Tyrol atau dalam bahasa setempat dinamakan Islamisches Zentrum Tirol, adalah salah satu bangunan islamic center yang dapat ditemukan di kota Innsbruck ini. Sekalipun dinamakan sebagai islamic center, namun hal ini berbeda dengan islamic center yang saya kunjungi di Vienna, yaitu Islamisches Zentrum Wien (baca juga : Berkunjung ke Vienna Islamic Center Austria). Tidak ada minaret yang menjulang dengan gagah di seputaran bangunannya, pun demikian dengan bagunannya itu sendiri, tidaklah megah. Hanya saja, dari kesederhanaan yang ia punya, terdapat pelajaran yang dapat saya ambil.


Alamat Islamic Center Tyrol

Islamic center ini beralamatkan di :

Andreas-Hofer-Straße 17a, Innsbruck, Tyrol 6020

Letaknya yang terletak di belakang sebuah bangunan, yakni agak masuk ke lorong, mungkin akan sulit ditemukan kalau saja tidak ada signboard yang menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah pusat kegiatan umat muslim diadakan.

Islamic Center Tirol
Islamiszhes Zentrum Tirol, Sangat Sederhana

Untuk dapat mengunjungi Islamic Center Tyrol ini, dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari Stasiun Innsbruck (Innsbruck Hbf.) mengikuti petunjuk pada peta berikut:

#Facebook Account : ISLAMISCHES ZENTRUM TIROL المركز الاسلامى بمدينه انسبروك النمساويه


Selain bagian luarnya yang nampak sederhana, bagian dalam pun juga sama. Di dalamnya, sepenglihatan saya terdapat ruang untuk berwudhu dan juga toilet, kantor dari islamic center ini, ruang utama untuk sholat untuk pria, dan ruang sholat untuk perempuan yang sepertinya hanya menempati sebagian kecil dari porsi ruangan.

Kala itu, saya belum menunaikan sholat Dzuhur dan Ashar, sehingga, daripada sholat di tempat umum, kami putuskan untuk mencari tempat yang lebih nyaman dan tidak menimbulkan rasa curiga. Sehingga akhirnya, setelah puas berkeliling Innsbruck, kami berjalan kaki menuju ke tempat ini.

Awalnya muncul rasa khawatir di dalam hati, bagaimana kalau kami tidak bisa menemukan tempat ini. Namun alhamdulillah, setelah berjalan kaki cukup jauh, kami temukan mutiara yang lebih indah dari indahnya kota Innsbruck itu sendiri : sebuah Masjid.

Selesai berwudhu, saya pun melaksanakan sholat dua raka’at dua raka’at, dan sebelum keluar saya sempatkan mengambil gambar dari dalam islamic center ini. Kala itu, selain saya dan kakak saya, terdapat beberapa orang juga yang datang ke tempat ini.

Bagian Dalam Islamic Center Tirol

Sederhana sekali bukan? Namun, dari sinilah saya belajar bersyukur. Di Indonesia, terdapat banyak sekali masjid-masjid yang dibangun di setiap kampung, bahkan tak terhitung lagi berapa jumlah masjid-masjid megah disana sini. Kalaupun kita pergi ke suatu tempat, insyaallah tidak perlu khawatir tidak dapat menemukan tempat ibadah yang nyaman di tempat tersebut.

Namun kadang, banyaknya masjid tidak menjamin bahwa masjid akan penuh setiap kali sholat fardhu dilaksanakan. Inilah sebenarnya yang sering kali tidak kita syukuri, banyaknya masjid, membuat kita menjadikan rumah Allah tersebut kita pandang biasa saja, padahal di luar sana, untuk dapat mencapai ke masjid, butuh perjuangan yang lebih berat, belum lagi bila musim dingin tiba, seperti seseorang yang mengucapkan salam kepada saya sambil menaiki sepeda, ketika saya telah selesai menunaikan sholat di tempat ini.

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini