Keliling Eropa dengan Kereta Api menggunakan Eurail Pass
Eropa Eurotrip dengan Kereta Api

Keliling Eropa dengan Kereta Api? Siapa Takut!

Saya teringat lagi, perjalanan ke Eropa pernah saya lakukan di tahun 2013 (kali pertamanya saya punya passport). Kala itu, saya bergabung dengan agen tour and travel untuk meng-arrange perjalanan tersebut. Tentu ada kelebihan dan kekurangannya bila bergabung dengan agen tour. Kelebihannya, saya tidak perlu repot-repot mengurus transportasi, hotel, dan hal tetek bengek lainnya. Saya hanya perlu mengumpulkan passport beserta syarat-syarat lainnya, dan boom! Visa Perancis pun tertempel di passport saya. Nah, di tahun 2016 ini, alhamdulillah saya bersama kakak saya berkesempatan untuk mengulang lagi berpetualang ke Eropa sana. Namun kali ini, ada yang berbeda, saya tidak bergabung dengan agen tour and travel lagi, saya melakukan perjalanan keliling eropa secara mandiri dengan menggunakan kereta api! Waw, pengalaman yang benar-benar tidak akan terlupakan!

Keliling Eropa dengan Kereta Api | Kapellbrucke
kapellbrücke | Lucerne – 2013

Yang harus dipersiapkan sebelum keliling Eropa dengan kereta api

Sebelum berkeliling Eropa, apalagi secara mandiri dengan berkereta api, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelumnya. Apa saja?

1. Tiket Pulang Pergi

Sejujurnya, perjalanan kali ini sudah mulai dipikirkan sejak bulan Maret 2016, sekitar 8 bulan sebelum keberangkatan. Setelah browsing via traveloka, kami dapati ada tiket Kuala Lumpur – Paris PP yang harganya cukup miring. Wah, setelah ditimbang-timbang, akhirnya kami memutuskan untuk segera mem-book dan meng-issue tiket ini, walaupun masih sempat ragu, karena saya belum tahu kapan saya akan berangkat dan pulang dari berhaji (baca juga : Berhaji dari Indonesia – Sebuah Pengantar).

2. Itinerary

Sebelum memutuskan untuk memilih tempat akomodasi, kami menyusun rencana perjalanan yang akan kami lakukan terlebih dahulu. Kami gunakan forum-forum yang ada, seperti tripadvisor, ataupun memperbanyak browsing dari situs-situr populer lainnya. Untuk muslim seperti kami, pada tahap ini kami juga akan mencari informasi dari situs-situs seperti have halal, will travel atau muslim travel girl dan melihat apakah ada informasi yang berguna bagi seorang Muslim traveler.

Pada tahap ini, sejatinya kami belum terlalu memikirkan secara detail apa yang akan kami lakukan disana, hanya berupa gambaran kasar untuk menentukan dimana saja kami akan tinggal, dan menentukan jenis pass apa paling tepat untuk kami beli.

3. Akomodasi

Setelah menentukan rencana perjalanan, langkah selanjutnya adalah mencari tempat untuk menginap. Dengan bantuan traveloka dan google maps (kami tidak banyak menggunakan situs-situs pencari hotel lainnya), dan dengan mempertimbangkan harga, jarak dari stasiun kereta api besar atau metro terdekat, dan juga jarak menuju tempat atraksi terdekat, akhirnya dipilihlah beberapa hotel. Kami mencoba untuk berfokus pada Hotel Ibis. Selain karena sudah well-established, kakak saya juga mempunyai loyalty program. Sekalipun pada akhirnya, kami juga memilih hotel-hotel lain selain Ibis.

Keliling Eropa dengan Kereta Api : Pension Jahn
Pension Jahn di Salzburg, Austria

4. Travel Insurance

Selanjutnya, kami mencari asuransi perjalanan yang dengan pertanggungan Euro 30.000 / USD 50.000. Pada waktu itu, kami menggunakan asuransi perjalanan dari AIG.

Setidaknya empat hal itu sajalah yang kami persiapkan terlebih dulu untuk pengurusan visa, karena dibutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan berbagai hal terkait dengan hal-hal tersebut.

Sedangkan untuk syarat-syarat tambahan lainnya, seperti pas foto, copy rekening koran tiga bulan terakhir, surat sponsor, copy KK, KTP dan Akte Lahir, dan isian formulir, kami persiapkan beberapa hari sebelum pengurusan visa.

Perlukah Melampirkan Bukti Tiket Kereta Api untuk Pengurusan Visa?

Saya bisa katakan : tidak perlu. Pada waktu pengurusan visa, saya belum memesan baik itu tiket kereta ataupun pass yang akan saya pakai. Saya hanya menyerahkan syarat-syarat di atas, dan akhirnya visa saya pun alhamdulillah tetap disetujui.

5. Memilih Pass atau Membeli Tiket Point to Point

Pada waktu itu kami sempat bingung mempertimbangkan manakah yang lebih baik, membeli pass atau membeli tiket point to point.  Sampai pada akhirnya, saya berangkat ke Arab Saudi (baca juga : 6 Alasan Mengapa Berhaji di Usia Muda Lebih Nikmat), hal ini belum dapat kami putuskan.

Sampai setelah saya pulang ke Indonesia, akhirnya kami sepakat untuk membeli global pass saja untuk keliling Eropa dengan kereta api. Karena :

  • Harga tiket point to point sudah terlanjur sangat mahal.
  • Membeli global pass memberikan fleksibilitas yang lebih, tidak terlalu terikat dengan waktu, karena banyaknya pilihan kereta yang bisa digunakan untuk mencapai sebuah destinasi yang tersedia di setiap waktunya.
  • Ditambah lagi, masuk ke musim-musim dingin, Eurail menawarkan diskon 20% untuk setiap pembelian pass ini.

Wah, ya sudah, makin lengkap saja alasan kami memilih global pass, iya kan?

Keliling Eropa dengan Kereta Api
Kereta Api di Stasiun Salzburg

Nah, saya tahu, rasa takut biasanya disebabkan karena ketidak tahuan. Saya bisa dan berani melakukan perjalanan ini, dan saya yakin anda pun insyaallah bisa pula melakukannya. Jadi, keliling Eropa dengan kereta api? Siapa takut! 🙂

Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini