Haji dan Umrah

Pilih Haji Mandiri atau Ikut KBIH

Pilih Haji Mandiri atau Ikut KBIH?

Ada satu pertanyaan yang tidak terjawab dengan memuaskan jauh sebelum saya akan berangkat haji. Pilih haji mandiri atau ikut KBIH? Adalah suatu keteledoran dan kesalahan saya, tidak melakukan banyak riset tentang hal ini. Sehingga, ketika ditawari mau ikut KBIH apa, saya langsung memutuskan KBIH X, tanpa melakukan banyak pertimbangan (baca juga : Bagaimana Memilih KBIH – Jangan Sampai Menyesal)

Padahal, untuk jama’ah seusia saya yang relatif masih muda (baca : 6 Alasan Mengapa Berhaji di Usia Muda), yang notabene juga ingin banyak mengeksplor, dan tertantang untuk mencoba tahu lebih banyak, sejujurnya haji mandiri sangat cocok untuk saya. Namun, tentu memutuskan apakah akan memilih sebagai haji mandiri atau akan ikut KBIH, pun dengan memilih KBIH itu sendiri, perlu dipikirkan dengan masak.

Apa itu Haji Mandiri?

Haji mandiri, menurut definisi saya pribadi adalah jama’ah yang dikelola langsung oleh kantor Kemenag (Kementrian Agama) kota/kabupaten setempat dari awal, mulai dari bimbingan manasik hingga pelaksanaan di tanah suci, tanpa ikut Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Nah, apa itu KBIH?

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) ini adalah lembaga yang membantu pelaksanaan bimbingan ibadah calon jama’ah haji atau manasik haji di tanah air, atau bahkan sampai ke tanah suci, apabila ada petugas dari KBIH tersebut yang ikut mendampingi.

Intinya :

Jadi, pada intinya, perbedaan dari Haji Mandiri dan Haji dengan ikut KBIH terletak pada intensitas jumlah bimbingannya. Jika ikut KBIH, tentu intensitas bimbingan ibadah haji akan semakin banyak, dengan harapan, pemahaman akan ibadah ini akan semakin mantap.

Namun, berlandaskan pada pengalaman pribadi, sejujurnya, rukun-rukun, wajib, dan sunnah-sunnah haji bisa dipelajari sendiri. Baik dengan membeli buku, membaca dari internet, ataupun banyak bertanya secara langsung dengan orang-orang yang lebih berpengalaman dalam hal ini.

#PS : saya lebih banyak berdiskusi dengan pengarang buku “Getting the Best out of Hajj“, Abu Muneer Ismail Davids and even, he was giving me his phone number. Ouyeah :).

Pro(s):

Haji Mandiri

  • Lebih murah. Kenapa? Karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk bergabung dengan KBIH yang biayanya bisa mencapai jutaan rupiah. Lumayan, buat tambahan uang saku.
  • Lebih fleksibel dalam menentukan jadwal kegiatan harian, seperti misalnya kapan akan melontar jumrah, kapan akan berangkat tawaf, sholat di masjidil haram, dll. Biasanya, jika ikut KBIH, maka mereka akan menerbitkan jadwal khusus untuk jama’ah yang ikut bergabung di dalamnya.
  • Lebih serius dalam belajar. Menjadi haji mandiri dihadapkan pada keharusan untuk lebih banyak belajar sendiri. Namun, keuntungannya menurut saya adalah, jama’ah mandiri lebih mantap dalam melaksanakan ibadah, tanpa harus bergantung pada ada tidaknya pembimbing yang menyertai (tidak ikut-ikutan saja).

Ikut KBIH

  • Bimbingan haji lebih intensif.
  • Tersedianya pembimbing khusus ketika berhajiMeskipun tidak menjadi jaminan, apakah pembimbing yang ikut serta jumlahnya proporsional dengan jama’ah yang bergabung dan sekalipun pemerintah juga menugaskan TPIH (Tim Pembimbing Ibadah Haji) yang turut serta dalam kelompok penerbangan kita. Namun, ini merupakan sebuah poin plus, ketika ingin bertanya seputar fiqh haji atau hal lain, karena mereka lebih berpengalaman.
  • Lebih banyak dan lebih akrab sesama kawan karena intensitas pertemuan yang lebih banyak.
  • Lebih terorganisir dalam hal seperti misalnya pelaksanaan umrah sunnah, tour ke Jeddah, penyembelihan dam.

Saran saya:

Bagi yang tertantang untuk mencoba menemukan-menemukan hal baru, dan pede, saya sarankan untuk jadi jama’ah mandiri saja. Sekalipun nanti mungkin ada beberapa hal yang harus di-arrange sendiri, seperti pembayaran dam, ingin umrah lagi, misalnya. Semuanya bisa dicari dan dipelajari, inshallah.

Dan bagi yang ingin bergabung dengan sebuah KBIH, saya sarankan untuk mencari tahu bagaimana memilih KBIH yang tepat. Karena hal ini akan berpengaruh banyak dengan kenyamanan dan ketenteraman hati ketika menjalani ibadah di Tanah Suci.

Nah, jadi “Pilih Haji Mandiri atau Ikut KBIH”? Jawabannya ada di anda!

#Tip : Pembayaran Dam Tamattu’ sendiri bisa dilakukan di adahi.org atau dengan mengantri di Bank Al-Rajhi sebelum pelaksanaan haji.
Haji Mandiri atau Ikut KBIH : Mengantri di Bank Al-Rajhi
Ikut Antri di Bank Al-Rajhi

#PS. Lihat artikel-artikel lainnya tentang Haji dan Umrah lainnya di sini: http://cahwonosobo.com/category/haji-dari-indonesia/

Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini