Pesantren Darush Sholihin
Indonesia Yogyakarta

Cerita Belajar Bahasa Arab di Mahad Umar Yogyakarta

Adalah hari ini, hari terakhir saya mengikuti kelas dasar Belajar Bahasa Arab di Ma’had Umar Bin Khattab, Yogyakarta. Sebelum memori ini terlepas begitu saja, saya ingin segera menuliskannya di laman blog saya.

Awal Perkenalan dengan Mahad Umar Bin Khattab

Adalah lebih sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu, saya teringat, ketika saya masih berada di Jakarta. Kala itu, saya dan dua orang teman saya sedang duduk memesan makanan di sebuah warung di daerah Pedurenan, Jakarta Selatan. Saya mendapatkan sebuah informasi yang begitu menarik hati yang tersebar melalui aplikasi Telegram, bahwa di Yogyakarta, terdapat suatu lembaga yang mengadakan program pembelajaran Bahasa Arab : Ma’had Umar Bin Khattab.

 

Program Reguler Belajar Bahasa Arab di Mahad Umar

Bayangkan, dua puluh tahun lebih masa hidup, belum pernah sekalipun saya dengan serius belajar Bahasa Arab. Pernah sekali saya mencoba untuk bergabung di Bayyinah.tv, namun sayang, tidak adanya motivasi dan kawan, membuat saya menyerah dan berhenti di tengah jalan.

Nah, apakah saya langsung mendaftar begitu saja? Qodarullah tidak, karena satu dan lain hal, saya harus menunda keinginan saya, sampai hampir berbulan-bulan. Hingga pada akhirnya, di tanggal 24 Desember 2016, saya resmi terdaftar dan mengikuti kelas intensif yang diadakan selama 20 hari, bertepatan dengan libur semester universitas-universitas yang ada di Jogja dan sekitarnya.

Sekilas tentang Ma’had Umar Bin Khattab

Ma’had yang merupakan salah satu divisi di bawah departemen pendidikan Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) ini didirikan untuk membekali kaum muslimin (utamanya mahasiswa) dengan kemampuan dasar membaca kitab para ulama dengan materi ilmiah tambahan sesuai dengan manhaj / metode yang benar dalam beragama, yaitu mengikuti Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para Sahabat.

Sekalipun target utamanya adalah para mahasiswa, program ini dirancang bagi kaum muslimin secara umum yang mempunyai tekad untuk belajar Bahasa Arab. Di sini, para peserta didik akan dibimbing secara bertahap dan berkelanjutan sehingga bisa menguasai kemampuan dasar berbahasa Arab, khususnya untuk membaca kitab-kitab.

Pembelajaran di Mahad Umar
Pembelajaran di Mahad Umar

Untuk informasi lebih lanjut, silakan boleh kawan kunjungi website atau like facebook fanspage berikut:

Website : mahadumar.id

Facebook : Ma’had ‘Umar bin Khattab Yogyakarta

Mengenai Program Bahasa Arab Intensif Pesantren Liburan

Di bulan-bulan lain, yayasan ini hanya membuka kelas reguler saja, dimana satu pembahasan (misal ilmu nahwu, atau ilmu shorof) dibagi menjadi tiga level, dan tiap level diselesaikan dalam waktu satu bulan. Sehingga untuk mempelajari keseluruhan materi dalam kitab (nahwu atau shorof), dibutuhkan waktu selama sekitar 3 bulan, dengan waktu belajar setiap hari senin sampai kamis pada pagi atau sore hari saja.

Nah, apa yang berbeda dengan program intensif yang diadakan di musim liburan kampus? Jika untuk menyelesaikan satu kitab dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan di program reguler, di program intensif ini, kitab bahasan yang digunakan diselesaikan dalam waktu selama 20 hari sahaja, dengan jadwal setiap pukul 05.30 pagi dan pukul 16.00 sore setiap harinya. Sehingga total ada 40 pertemuan untuk membahas kitab rujukan. Fast track kalau saya bilang!

Program Intensif Mahad Umar

Ya disinilah, untuk pertama kalinya saya serius dalam memulai ikhtiar saya untuk belajar Bahasa Arab. Hal yang saya suka dari mengikuti kelas selama 20 hari berturut-turut di tempat ini adalah : kurikulum pendidikannya jelas, biayanya relatif murah (sekitar 6.250 rupiah sahaja per sesi), didampingi oleh pengajar yang kompeten, dan juga bertambahnya saudara-saudara baru. Saya yang benar-benar belajar mulai dari nol, merasa sangat terbantu dengan mengikuti kelas di Ma’had Umar Bin Khattab ini.

Rihlah ke Pesantren Darush Sholihin

Hal menarik lainnya yang saya dapat dengan mengikuti program intensif di Ma’had Umar Bin Khattab ini adalah saya berkesempatan untuk melakukan rihlah mengunjungi Pesantren Masyarakat Darush Sholihin binaan Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal di Panggang Gunungkidul, Yogyakarta, yang kemudian dilanjutkan dengan Menikmati Indahnya Pesona Pantai Gesing Gunungkidul.

Pesantren Darush Sholihin

Profil Pesantren Darush Sholihin :

Kredit : Darush Sholihin

Saya bertanya-tanya, apa ya alasan beliau mendirikan sebuah pesantren di tempat yang terpencil ini? Alhamdulillah, dari silaturahim ini, saya dapat menyiratkan beberapa alasan tersebut. Pada kesempatan ini pula, beliau menceritakan awal mula berdirinya pesantren masyarakat ini, program-program yang dihadirkan untuk melayani masyarakat, rencana pembangunan ke depan, sampai dengan kendala-kendala yang muncul seperti misalnya penolakan dari kelompok tertentu.

Kitab Klasik di Perpustakaan Pesantren Darush Sholihin
Kitab Klasik di Perpustakaan Pesantren Darush Sholihin

Saya mendapatkan ilmu, saya mendapatkan inspirasi. Tak hanya itu, sesaat sebelum pulang, kami, rombongan yang terdiri dari sekitar 30 orang mendapatkan buah tangan berupa buku karangan beliau “Bermodalkan Ilmu Sebelum Berdagang“.

#P.S. I’m really moved by this video:

Kredit : Darush Sholihin

Lokasi Pesantren Darush Sholihin:

 


Saya merasa senang, saya merasa sedih. Senang disini, sedih teringat kampung sendiri. Saya senang berada di Jogja, saya mampu berbesar hati berada di Jakarta : masjid-masjid ramai sesak dipenuhi jama’ah. Kajian keilmuan pun dapat dengan mudah saya dapatkan disini dan disana, termasuk pula kesempatan untuk belajar Bahasa Arab di tempat ini. Hal yang sampai sekarang belum dapat saya temukan di kampung sendiri.

Sekalipun telah selesai saya belajar ilmu Nahwu dasar. Tapi Bismillah, ini baru awal dan jalan ke depan masih akan sangat panjang, “طُوْلُ زَمَانٍ” kata beliau Imam Syafi’i.


Comments

comments

2 thoughts on “Cerita Belajar Bahasa Arab di Mahad Umar Yogyakarta”

Tinggalkan Balasan Anda Disini