Berkunjung ke Vienna Islamic Center Austria
Eropa Vienna

Berkunjung ke Vienna Islamic Center Austria

Menarik! Salah satu bagian favorit saya dari berkelana ke luar negeri adalah mengunjungi Masjid-Masjid setempat. Pun demikian dengan pengembaraan saya ke negeri Austria yang tidak bisa saya temui kanguru disana. No kangaroo in Austria, begitulah tulisan di salah satu T-shirt yang saya baca disana. Berkunjung ke Ibu Kota Austria, Vienna/Wina, saya merasa seperti sedang berada di rumah. Bagaimana tidak, saya temui lalu lalang wanita muslimah berjilbab di setiap U-Bahn, saya temui restoran-restoran halal yang menjamur di setiap sudut kota, tak tertinggal pula, tempat-tempat sholat pun tersebar di beberapa titik di Kota yang cantik ini. Nah, berikut adalah cerita saya berkunjung ke Vienna Islamic Center Austria, atau dalam bahasa Jerman disebut Islamisches Zentrum Wien, yang merupakan masjid yang paling tua di negeri ini.Berkunjung ke Vienna Islamic Center Austria | View from Danube River

Sejarah Berdirinya Vienna Islamic Center

Pada tahun 1969, komunitas Islam di Vienna membeli tanah seluas 8300 m2 di kota Vienna untuk membangun sebuah masjid. Namun, karena adanya kesulitan keuangan, konstruksi dari masjid ini sempat tertunda beberapa kali. Pada tahun 1975, Raja Arab Saudi, Faisal bin Abdulaziz al Saud berjanji akan membiayai pembangunan masjid ini. Setelah Richard Lugner dipilih sebagai kontraktor, pembangunan masjid pun dimulai pada tanggal 1 Juli 1977. Pada tanggal 20 November 1979 (1 Muharram 1400 H), Vienna Islamic Center ini kemudian diresmikan oleh Rudolf Kirchschlager, Presiden Austria pada saat itu.

Berkunjung ke Vienna Islamic Center Austria | Announcement

Arsitektur Vienna Islamic Center

Masjid ini dilengkapi dengan Minaret setinggi 32 meter, which is, sangat jarang saya temui ada Masjid yang memiliki Minaret di luar sana. Selain itu, di bagian tengah terdapat kubah masjid berwarna hijau dengan diameter sepanjang 16 meter. Masjid ini terdiri dari tiga lantai, basement, lantai dasar dan lantai atas.

Berkunjung ke Vienna Islamic Center Austria | View from the Front
Megah

Lokasi Vienna Islamic Center

Lokasi dari Vienna Islamic Center ini berada di :

Am Bruckhaufen 3, A-1210, Vienna.

Alamat Vienna Islamic Center

#Cara menuju ke tempat ini : Dengan menggunakan U-Bahn Jalur 6, turunlah di stasiun Neue Donau. Dari stasiun ini, kawan sudah dapat melihat minaret masjid yang menjulang tinggi.

#Jam Buka : mulai pukul (diluar waktu sholat)

#Facebook : Vienna Islamic Centre (Offizielle)

#P.S. Posisi dari stasiun Neue Donau yang letaknya berada di satu stasiun sebelum stasiun terakhir dari Jalur 6 U-Bahn, mengingatkan saya pada Masjid Al Fatah, Busan yang letaknya juga dekat dengan stasiun terakhir dari jalur subway di Korea sana (baca juga : Menelusuri Masjid-Masjid di Korea Selatan).

Cerita Saya

Pagi hari, sekitar pukul 8 pagi, saya dan kakak saya bergegas untuk mewujudkan keinginan kami untuk mengunjungi Vienna Islamic Center ini. Bertolak dari stasiun Vorgartenstraße, akhirnya kami sampai di stasiun Neue Donau sekitar pukul 8.30. Begitu sampai disana saya takjub, megah betul ini Masjid. Letaknya yang berada di tepi sungai Danube turut mempercantik Masjid ini.

Setelah berkeliling-keliling, saya coba untuk memasuki ruang utama. Namun sayang, tutup, rupanya kami datang terlalu pagi kesana. Setelah puas mengambil gambar, terbesit niat untuk segera pulang saja ke hotel. Toh, kami juga harus segera balik untuk bersiap diri melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya.

Namun rupanya, kehadiran kami disaksikan oleh (sepertinya) istri dari imam masjid ini. Beliau berbicara kepada sang imam, dan kemudian beliau, imam masjid ini, membukakan pintu utama untuk kami, dan mempersilakan kami untuk masuk ke dalam Masjid. Alhamdulillah… beliau berkata, masjid ini biasanua baru akan di buka pukul 9. Alhamdulillah alhamdulillah dalam hati saya.

Galeri di dalam Masjid

Segera, saya cari tempat untuk berwudhu untuk melaksanakan sholat dhuha. Saya sempat berkeliling ke basement sampai hampir masuk ke ruang sholat untuk perempuan. Ternyata tempat wudhu berada di ruangan lain di luar masjid. Seseorang membukakan pintu keluar untuk saya, dan saya pun berwudhu di ruang wudhu yang telah disediakan. Kembali ke atas, saya tunaikan sholat.

Ruang Utama Sholat

Berikut tampilan 360o ruang utama tempat dilaksanakan sholat yang saya abadikan dengan kamera ponsel saya.

Luas, bukan?

Di masjid ini, juga tersedia vending machine yang menyediakan minuman, seperti kopi dan susu dalam bahasa Jerman. Setelah puas berkeliling dan membeli cokelat panas, akhirnya kami bergegas keluar.

Pemandangan Sekitar

Sempat saya baca, pada musim panas, orang-orang lokal akan berjemur di tepian Sungai Danube, termasuk di daerah dekat Islamic Center ini pula. Beruntung, kami datang ketika mendekati musim dingin, jadi tak ada tu orang yang berjemur di dekat Masjid ini..hehe.

View dari samping Sungai Danube

Nah, pemandangan Sungai Danube di sekitar Masjid ini cantik sekali. Berpadu dengan daun-daun berwarna cokelat yang gugur, sembari duduk di pinggiran sungai sambil menikmati secangkir cokelat panas, menambah nikmatnya berjalan-jalan di sekitar Vienna Islamic Center ini.

Secangkir cokelat panas

 

Saya rindu Vienna! Saya rindu berkunjung kesana!

Nah itulah cerita saya berkunjung ke Vienna Islamic Center Austria, semoga terinspirasi!

Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini