Barang-Barang yang Perlu dibawa di Tanah Suci
Haji dan Umrah Tips Berhaji

Barang-Barang yang Perlu Kamu Bawa Ketika Berhaji

Seperti halnya perjalanan lain, baik itu perjalanan bisnis ataupun liburan, perjalanan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci juga memerlukan banyak perencanaan dan persiapan. Mari kita mulai dengan persiapan yang terbaik yang Allah instruksikan kepada kita untuk “kita bawa” pada perjalanan ini:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang-siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan menger-jakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Ber-bekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.”

Surat Al-Baqarah(2 : 197)


Di post ini, insyaallah akan saya bagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama mengenai barang-barang khusus yang perlu dibawa ketika berada di Mina dan Arafah, bagian kedua mengenai tanazul yang berkaitan dengan bagian pertama dan bagian yang ketiga adalah barang-barang umum lainnya yang perlu dibawa ketika berangkat ke Tanah Suci, beserta beberapa catatan dari saya.

Barang-Barang yang Perlu dibawa di Tanah Suci

Barang-Barang yang Perlu Dibawa ke Mina dan Arafah

Berikut adalah barang-baran yang perlu kamu bawa ketika berada di Mina dan Arafah (Versi PDF klik disini)

No Daftar Barang
(untuk dibawa ke Mina)
Packed (✓) Arafah Packed (✓)
1 Al-Qur’an kecil Ya
2 Buku haji Ya
3 Obat nyeri dan demam Ya
4 Oralit Ya
5 Salep untuk kaki pegal / kram atau krim otot
6 Vitamin C (diminum tiap hari)
7 Pelega tenggorokan Ya
8 Obat batuk sirup
9 Krim untuk iritasi kulit
10 Plaster
11 Obat khusus lainnya  Ya
12 Obat diare Ya
13 Sabun bebas parfum
14 Shampoo bebas parfum
15 Pasta gigi bebas parfum Ya
16 Parfum (untuk laki-laki, ketika sudah keluar dari kondisi ihram) / deodoran
17 Shaver atau gunting cukur
18 Cermin kecil
19 Sikat gigi Ya
20 Sikat rambut
21 Baju ganti, minimal untuk 2 hari
22 Pakaian dalam
23 Kain ihram cadangan
24 Tas sepatu
25 Sepatu
26 Kaos kaki
27 Kopiah
28 Handuk
29 Tikar haji Ya
30 Sajadah Ya
31 Tas kecil untuk menyimpan kerikil Ya
32 Water spray bottle Ya
33 Tali (untuk menggantungkan baju)
34 Tisu basah tanpa parfum Ya
35 Botol minum Ya
36 Payung Ya
37 Bantal leher
38 Kurma Ya
39 Biskuit Ya
40 Permen Ya
41 Kacamata Ya
42 Kipas Ya
43 Kabel Ekstensi
44 Dzikir Pagi dan Petang
45 Kumpulan Do’a yang akan dipanjatkan ketika hari Arafah Ya

Di checklist tersebut di atas, saya memasukkan sepatu dan kaos kaki. Bukankah dalam kondisi ihram kita (pria) tidak diperkenankan untuk memakai kaos kaki dan sepatu? Ya, benar, kedua items tersebut memang tidak digunakan pada saat kita masih berada pada kondisi ihram. Akan tetapi, keduanya dapat kita pakai ketika kita melempar jumrah pada tanggal 11, 12, atau sampai 13 Dzulhijjah. Menggunakan sepatu akan terasa lebih nyaman dan terbebas dari rasa khawatir akan terlepas ketika alas kaki kita terinjak oleh seseorang dalam kondisi ramai.

Krim untuk iritasi kulit (misal : vaseline) perlu dibawa dan dipakaikan di sekitar paha, untuk menghindari munculnya iritasi yang sangat menyakitkan ketika berjalan. Tikar haji, selain dapat digunakan di Mina atau Arafah, juga perlu dibawa ketika berada di Muzdalifah. Kabel ekstensi pun perlu dibawa, karena steker atau colokan yang ada di tenda Mina jumlahnya sangat terbatas.

*Tambahan : Buku dzikir pagi dan petang, dan juga buku kumpulan do’a-do’a yang akan dipanjatkan pada saat hari Arafah juga sekiranya perlu dibawa.

 Tanazul – Memisahkan Diri Dari Rombongan Haji Indonesia

Jama’ah yang berasal dari Indonesia, ketika akan memulai pelaksanaan ibadah haji, yakni pada tanggal 8 Dzulhijjah akan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok yang memisahkan diri dari pelaksanaan program haji yang diatur pemerintah Republik Indonesia (kelompok yang melakukan tanazul), dan kelompok kedua yang mengikuti program haji yang diatur oleh Pemerintah RI.

Apa bedanya? Untuk kelompok yang pertama, kelompok ini akan menuju ke Mina terlebih dahulu pada tanggal 8 Dzulhijjah dan bermalam disana, lalu kemudian akan menyusul ke Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan kelompok yang kedua akan langsung menuju ke Arafah pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Bergantung pada pilihanmu dan / atau mungkin KBIH pilihanmu (baca juga : Bagaimana Memilih KBIH – Jangan Sampai Menyesal), kamu insyaallah akan masuk ke salah satu dari dua kelompok tersebut. Pilihan menjadi kelompok yang pertama yang melakukan tanazul setidaknya punya dua kelebihan : mengikuti apa yang disunnahkan oleh Rasul ; dan yang kedua adalah tentang masalah kenyamanan, dimana kondisi tenda di Mina jauh lebih baik daripada tenda di Arafah, pun demikian, ketika bergerak ke Arafah di tanggal 9 Dzulhijjah kita hanya perlu membawa barang bawaan yang dibutuhkan saja.

Barang-Barang Lain yang perlu Dibawa ke Tanah Suci

Untuk barang-barang lain yang perlu dibawa di tanah suci, antara lain:

  • Pakaian ganti (tentu saja)
  • Drawstring bag / Tas Serut
  • Money belt
  • ear plug
  • eye shades
  • Makanan kering yang banyak jangan lupa

Nah itulah barang-barang yang dapat kamu pertimbangkan untuk dibawa ketika berangkat ke Tanah Suci. Semoga bermanfa’at!


Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini