Bagaimana Memilih KBIH yang tepat : Ilustrasi
Haji dan Umrah

Bagaimana Memilih KBIH – Jangan Sampai Menyesal

“Bagaimana memilih KBIH yang tepat?”

Jika jawaban dari pertanyaan “pilih haji mandiri atau ikut KBIH ?” berakhir pada jawaban “okelah, saya akan memilih ikut bersama KBIH saja”, maka selanjutnya, pertanyaan “Bagaimana memilih KBIH yang tepat” perlu untuk dicarikan jawabannya.

Berhati-hati dalam proses ini akan sangat berpengaruh dalam pelaksanaan ibadah haji kita. Karena, dalam satu kelompok terbang, biasanya akan dibagi ke dalam beberapa rombongan yang berisikan sekitar 45 orang, dan dalam rombongan akan dipecah lagi dalam beberapa regu yang berisikan 10-an orang. Nah, biasanya, dalam satu rombongan akan diisi oleh orang-orang yang tergabung dalam satu KBIH. Disinilah, pentingnya mencari tahu akan jawaban dari pertanyaan “Bagaimana memilih KBIH yang tepat”, karena bisa saja kita belajar bahwa hal X dilakukan setelah waktu Y, tapi rombongan kita memilih untuk melakukannya pada saat waktu Z. Tentu hal ini akan jadi kekalutan bagi kita sendiri, jika kita tidak melakukan hal X bersama dengan rombongan KBIH anda.

Jangan sampai menyesal! Berikut beberapa saran dari saya.

1. Pelajari manasik haji sebelum memutuskan untuk memilih KBIH

Mempelajari manasik haji yang meliputi syarat, rukun, wajib dan sunnah, beserta waktu-waktu pelaksanaan ritual-ritual haji akan membuat kita tahu gambaran besar pelaksanaan haji seperti apa. Bagi saya, ini adalah masalah ketenteraman hati. Hati akan tenang jika bergabung dengan KBIH yang mengajarkan manasik haji yang sejalan dengan apa yang kita pelajari.

Bukankah semua KBIH sama?

Saya pikir awalnya seperti itu. Namun sayangnya tidak, and sadly, no one told me that in advance. Ada KBIH yang berfokus pada hapalan-hapalan do’a saja, ada KBIH yang menyarankan rombongannya untuk bermalam di Mina di tanggal 8 Dzulhijjah, ada KBIH yang ikut pemerintah langsung pergi ke Arafah di tanggal 8 Dzulhijjah tersebut, dan ada macam-macam lagi bentuknya.

Jadi hal krusial yang pertama adalah : Pelajari manasik haji secara umum sebelum memilih KBIH.

2. Tanyakan ke Kerabat / Saudara / Kawan / Kenalan yang sudah pernah berhaji dan ikut suatu KBIH

Dapatkan pandangan dari mereka tentang KBIH yang mereka ikuti. Tanyakan pada mereka seperti apa kronologis pelaksanaan ritual ibadah haji secara urut dan jelas. Bandingkan dengan apa yang sudah anda pelajari. Jika kerabat atau kawan anda bisa menjawab dengan lancar, berarti mereka benar-benar mengikuti manasik dengan baik. Namun, jika jawaban dari mereka adalah “santai aja, toh disana juga ada pembimbing dari KBIH, tinggal ikutin aja“, saya menyarankan anda untuk men-discount pendapat mereka, dan jangan masukkan ke dalam pertimbangan anda dalam memilih KBIH tersebut. Ibadah haji akan jauh lebih memuaskan hati jika kita tidak hanya asal-asal ikutan saja.

3. Datangi KBIH-KBIH yang ada di kota domisili

Selain poin nomor 1, poin nomor 3 ini adalah poin yang menurut saya juga sangatlah penting. Jangan terkecoh dengan nama besar. Kita harus benar-benar objektif dalam memilih KBIH, karena sekali lagi, ini adalah masalah hati. Jadi saran saya, datangi KBIH yang ada di kota anda, dan minta mereka untuk menjelaskan kronologis pelaksanaan ritual ibadah haji yang akan mereka lakukan seperti apa. Tanyakan hal-hal seperti, apakah KBIH menyarankan untuk tinggal di Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah / hari tarwiyah (P.S. KBIH di bawah naungan Muhammadiyah melakukan ini), bagaimana sistem penyembelihan dam tamattu’, apakah ada yang menyaksikannya dan kapan dilaksanakannya, kapan prosesi pelemparan jumrah dilakukan, bagaimana jama’ah yang sudah sepuh dibantu dalam pelaksanaan ibadah haji dan hal-hal lain yang menurut anda butuh penjelasan lebih.

4. Periksa legalitas KBIH tersebut

Misalnya tanyakan izin usahanya, NPWP, izin domisili, dll. Utamakan pilih KBIH yang sudah terakreditasi dan memiliki izin resmi.

5. Tanyakan rincian biaya yang dibebankan kepada calon jama’ah

Untuk pertimbangan lebih dalam memilih KBIH, sebaiknya tanyakan juga rincian biaya yang akan di bebankan kepada calon jama’ah. Sesuaikan dengan budget yang kita miliki sebelum bergabung disana.

6. Bertawakkal kepada Allah, semoga pilihan kita memilih suatu KBIH adalah pilihan yang tepat

#Catatan lain:

Ada beberapa KBIH yang menarik sejumlah biaya sebelum keberangkatan untuk membayar Dam Tamattu’ sebesar sekian real, bahkan ada juga yang walaupun berada dalam satu KBIH, besarnya berbeda-beda. Sebaiknya anda pastikan berapa biaya pasti yang harus dibayarkan. Dan mengingat banyaknya penipuan yang mengatasnamakan hal ini, seperti contohnya disini, dan juga dari cerita-cerita kenalan saya di Arab Saudi bahwa satu kambing bisa dipakai buat banyak jama’ah, saya mengingatkan anda untuk lebih berhati-hati.

Ingat, tidak semua KBIH bermotif sama, karena ada KBIH yang motifnya bisnis, misalnya dengan mengambil dan mengelola uang living cost jama’ah dengan memungut uang tambahan yang tidak jelas kepada jama’ah.

Jadi berhati-hatilah dalam memilih KBIH, karena berhaji adalah pengalaman yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam menjawab pertanyaan Bagaimana memilih KBIH yang tepat.

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini