Gedung Sate Bandung
Bandung

3 Hal Yang Membuat Bandung Nyaman!

Sudah lebih dari sebulan saya berada di Kota Bandung ini, jujur, secara pribadi, saya masih belum terlalu kerasan untuk tinggal di Kota ini. Bila dibandingkan dengan Jogjakarta, saya masih merasa lebih cocok untuk tinggal di Jogja. Tapi, tentu ini pendapat pribadi saya saja, tapi boleh lah, saya akan sedikit cerita 3 hal yang membuat saya “nyaman” berada disini. Apa saja?

1. Less Traffic, Easy to Move in Bandung

Jika menggunakan kata less tentu bakal ada pembandingnya, ya kan? Nah, jika dibandingkan dengan Jakarta, Bandung lebih mendingan. Saya bisa berangkat dengan santai dari tempat saya tinggal yang berjarak sekitar 5 – 6 km dari kantor, tanpa perlu khawatir terlambat, karena hanya perlu waktu sekitar 15 menit sahaja. Bayangkan jika di Jakarta, jam 7 keluar dari kost-an, sudah siap disambut dengan ribuan kendaraan yang memenuhi jalanan protokol ibu kota. Deru, bising suara klakson pun terdengar nyaring : rutinitas yang nampaknya sama sekali tidak menarik bagi saya.

Gedung Sate Bandung
Gedung Sate Bandung

Selain less macet, pergi kemana-mana di Kota Bandung pun jauh lebih mudah karena kota ini terbilang kecil, sehingga untuk bergerak dari titik A ke titik B, tidaklah makan waktu yang lama. Baru beberapa hari saya disini, saya sudah tau jalan-jalan utama untuk pergi kesana-sini.

2. Kuliner Lezat

Kuliner Bandung terbilang cukup unik bagi saya. Jika Jogja punya ayam geprek (baca juga : Preksu : Kuliner Jogja, Harga Murah, Porsi Dan Rasa Luar Biasa) maka Bandung punya ayam cola yang menurut saya sangat-sangatlah nyentrik (apa coba, ayam cola haha..)

Ayam Cola Kabita
Ayam Cola Kabita

Jadi menu ini sebetulnya adalah ayam krispi yang dicampur dengan semacam saus yang bahan dasarnya dicampur dengan cola yang menurut saya rasanya enak, pedas dan harganya cukup terjangkau (13 ribu-an). Nah bagi yang tertarik ingin mencobanya, cobalah kunjungi “Warung Ayam Cola Kabita” yang letaknya di Jalan Gelap Nyawang, di sekitar komplek Masjid Salman ITB.

Selain Ayam Cola, ada lagi kue balok yang bisa dicari di seantero kota Bandung, yang lagi-lagi rasanya sedaap, dan gak kalah menariknya adalah : KOL GORENG, yang ntah bener atau enggak, katanya rasanya jadi sangat enak, karena digoreng pake minyak jelantah…hehe

Nah, ada satu makanan yang sejatinya membuat saya ketagihan. Di seberang tempat parkir di Kampus ITB yang terletak di sekitar Masjid Salman, terdapat sebuah tenda pinggir jalan yang menyediakan menu Mie Tektek khas Pekalongan yang hanya buka di malam hari. Rasanya sedap betul, apalagi didukung oleh suasana Bandung yang sejuk…hmmm…

Mie Tektek Khas Pekalongan dekat ITB
Mie Tektek Khas Pekalongan dekat ITB

3. Masjid Salman, ITB

Last but not least, hal yang membuat saya nyaman berada di Bandung adalah : Masjid Salman ITB. Suasana lingkungan yang tenang, dan mudah untuk mencari makanan di sekitarnya membuat saya hampir setiap hari selalu berkunjung ke tempat ini. Apalagi selama bulan Ramadan ini, rasanya sangat kondusif sekali untuk mampir rehat sejenak dari hiruk-pikuk dunia, melaksanakan shalat tarawih disini. Suasana yang tenang, sejuk, dan alunan bacaan surat-surat Qur’an yang merdu membuat saya menancapkan hati saya di tempat ini.

Ramadan di Masjid Salman
Ramadan di Masjid Salman

Seperti masjid-masjid kampus lainnya yang pernah saya kunjungi, di Masjid Salman ini juga ramai akan kegiatan, apalagi ketika bulan Ramadan seperti ini. Ba’da magrib, diisi dengan kegiatan Inspirasi Ramadan, yang mengundang berbagai pembicara yang inspiratif. Selain itu, ketika magrib, masjid ini juga menyediakan menu berbuka puasa untuk para jama’ah yang melakukan sholat magrib di tempat ini. Ah, rasanya senang menemukan tempat ini disini.

Ramadan di Masjid Salman
Ramadan di Masjid Salman | Pembicara Inspiratif

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan Anda Disini